Minggu, 27 Oktober 2019

PERAN GURU BK DALAM MENANGGULANGI PERILAKU MENYIMPANG PADA MASA PUBERTAS





Peran Guru BK dalam Menanggulangi Perilaku Menyimpang Pada Masa Pubertas

Sekolah merupakan tempat kedua setelah rumah bagi anak dimana mereka menghabiskan sebagian waktu mereka. Oleh sebab itu hendaknya sekolah mampu menjadikan dirinya suatu pusat masyarakat, dimana guru, orang tua, anak didik secara bersama-sama dapat belajar.

Dalam proses belajar itu sendiri sering dijumpai permasalahan-permasalahan yang dapat menghambat seseorang dalam mencapai tujuan atau cita-cita. Masalah yang dialami seseorang bisa muncul dari diri sendiri dan ada masalah yang muncul dari luar dirinya sendiri. Sedangkan yang menyangkut peserta didik dapat berupa masalah perasaan, daya pikir, sikap, tingkah laku, kemampuan fisik maupun masalah pengembangan jiwa dan pribadinya.

Permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekolah ini perlu perhatian dari semua komponen sekolah. Peran guru bimbingan konseling dalam hal ini sangat dibutuhkan sehingga peserta didik mampu mencapai apa yang menjadi cita-cita mereka. Bimbingan konseling bertugas memperhatikan perkembangan dan sikap siswa serta harus mengetahui perbedaan individu. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah No 29 tahun 1990 disebutkan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadinya, lingkungan dan merencanakan masa depan.

Anak-anak merupakan generasi masa depan bangsa yang harus dijaga karena sebagian besar saat ini memiliki masa depan yang suram akibat terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan menyimpang. Mereka yang bersekolah di sekolah menengah pertama adalah anak-anak yang sedang mengalami perkembangan psikologis dan perubahan fisik yang kuat dan sering kali disebut dengan masa puber. Mereka adalah remaja yang sedang mengalami masa-masa transisi dimana mereka perlu mendapatkan bimbingan tentang masa puber yang dialaminya.

Pada saat usia remaja inilah anak mengalami perubahan pada dirinya, apabila tidak dibimbing secara benar baik oleh orang tua maupun guru maka akan menjadikan perilaku-perilaku anak menyimpang dikarenakan sedikit sekali anak yang mengetahui tentang perubahan masa pubernya. Karena pada saat masa puber anak sedang mengalami perasaan dimana ia memiliki kengintahuan yang tinggi bahkan keingintahuan akan kebutuhan biologis karena perubahan fisik dan kematangan seksual yang dihadapinya. Apabila sekolah memberikan pelajaran tentang kesehatan seks atau keterangan tentang masa puber dengan pelajaran kesehatan fisik, anak akan memiliki persiapan yang matang dalam menghadapi masa puber. Namun jika sekolah tidak memberikan pemahaman tersebut maka keingintahuan tersebut akan banyak mereka salurkan dengan cara yang tidak benar.

Membahas tentang puber anak maka tidak lepas dari peran seorang guru bimbingan konseling yang ada disekolah guru. Guru bimbingan konseling umumnya lebih mengtahui tentang perkembangan anak. Para pendidik harus menjalankan tugas dan tanggung jawab secara serius dalam mengawasi dan mengontrol anak baik yang bersifat interen maupun eksteren. Oleh karena itu dibutuhkan upaya- upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling untuk menanggulangi perilaku perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak anak sehingga mereka tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas.

Dalam efektifitas pelaksanaannya, bimbingan dan konseling masih sering dipertanyakan oleh masyarakat pada umumnya. Konsep siswa mengenai tugas, fungsi dan peran bimbingan konseling masih belum jelas. Hal ini terbukti dengan masih adanya siswa yang belum mempunyai kesadaran untuk memanfaatkan fungsi bimbingan konseling di sekolah. Motivasi siswa untuk melakukan konseling dengan guru sangat rendah, namun sebagian kecil siswa yang mempunyai persepsi positif tidak akan segan berkonsultasi, mau mendengar dan melaksanakan saran dari konselornya.

Dalam konteks proses belajar, gejala negatif yang tampak adalah kurang mandiri dalam belajar, sering mencontek tugas dengan teman, tugas yang diberikan tidak dikerjakan dengan baik yang berakibat pada gangguan hasil belajar siswa. Masalah lain yang sering dihadapi siswa adalah kurang menyukai mata pelajaran tertentu sehingga mereka bolos di waktu pelajaran berlangsung. Sedangkan pada lingkungan keluarga, adanya masalah orang tua yang kurang memperhatikan perkembangan belajar anaknya, hal ini disebabkan karena kesibukan dan juga karena faktor orang tua itu sendiri yang kurang memahami pelajaran anaknya. Oleh sebab itu siswa kurang mendapatkan motivasi belajar.

Konsep Bimbingan dan Konseling

Pengertian Bimbingan konseling

Bimbingan dan konseling menurut istilah asingnya guidance and counseling merupakan serangkaian program layanan yang diberikan kepada peserta didik agar mereka mampu berkembang dengan baik. Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku ( Prayitno, 2004: 99).

Sementara itu menurut Dewa Ketut ( 2002: 19) dikatakan bahwa bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkunagan sekolah, keluarga, dan masyarakat dan kehidupan pada umumnya.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang oleh tenaga ahli secara terus-menerus dan sistematis sehingga individu yang dibimbing menjadi pribadi yang mandiri. Kemandirian yang menjadi tujuan usaha bimbingan ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri, yaitu (a) mengenal diri sendiri dan lingkungan, (b) menerima diri sendiri dan lingkunagan secara positif, (c) mengambil keputusan, (d) mengarahkan diri dan (e) mewujudkan diri mandiri. ( Dewa Ketut, 2002: 20)

Konseling adalah usaha membantu orang yang sedang mengalami masalah agar mereka biasa memutuskan sendiri apa yang terbaik bagi mereka. Sedangkan kata konseling secara etimologis berasal dari bahasa latin, yaitu Consillium yang berarti “dengan” atau “ bersama” yang dirangkai dengan “menerima” atau “memahami”. Menurut Jones dikutip oleh Prayitno dan Erman Amri memberikan pengertian bahwa konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan, dimana ia diberi bantuan pribadi dan langsung dalam pemecahannya masalah itu. Konselor tidak memecahkan masalah untuk klien. Konseling harus ditujukan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan. (Prayitno, 2004: 99)

Selanjutnya Rochman Natawidjaja dalam buku Dewa Ketut ( 2002: 21) menjelaskan bahwa konseling merupakan satu jenis layanan yang merupakan bagian terpadu dari bimbingan. Konseling dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara dua individu, dimana yang seorang (yaitu konselor) berusaha membentu yang lain ( yaitu klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yang akan datang.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada anak dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan dengan wawancara yang dilakukan secara mendalam dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi oleh anak untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Sementara itu, bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seseorang yang ahli di bidangnya (disebut konselor) untuk memberikan pemahaman kepada individu atau sekelompok individu untuk memahami dirinya sendiri sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan dapat mengatasi masalah yang dihadapi individu tersebut ( klien)

Tujuan Bimbingan Konseling

Tujuan bimbingan dan konseling di sekolah tidak terlepas dari tujuan pendidikan, sehingga tujuan tersebut merupakan suatu hal yang sangat penting dalam setiap tindakan karena akan menjadi pedoman agar suatu tindakan mempunyai arah yang pasti.

Tujuan utama pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah membantu setiap anak didik supaya dapat berkembang semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan anak itu. Zulfan Saam ( 2011: 132) mengatakan bahwa tujuan bimbingan di sekolah adalah membantu perkembangan peserta didik agar dapat berkembang secara optimum.

Menurut Mulyadi (2008: 99) tujuan pelayanan bimbingan ialah agar dapat (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan kerier serta kehidupannya di masa yang akan datang; (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin; (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan,lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya; (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan masyarakat, maupun lingkungan kerja.

Sementara menurut Prayitno ( 2004: 114) dinyatakan bahwa tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya ( seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada, serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya. Adapun tujuan khusus bimbingan dan konseling meruapakan penjabaran tujuan umum tersebut yang dikaitkan secara langsung dengan permasalahan yang dialami oleh individu yang bersangkutan, sesuai dengan kompleksitas permasalahannya itu.

Fungsi Bimbingan dan konseling

Menurut Dewa Ketut ( 2002: 26) Ditinjau dari sifatnya, layanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi:

 1.Pencegahan(preventif) dalam fungsi pencegahan layanan yang diberikan bagi para peserta didik agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya. Kegiatannya dapat berupa program orientasi, bimbingan karier, inventarisasi data, dan lainnya.

 2. Pemahaman, fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan peserta didik, yang mencakup pemahaman tentang diri sendiri, pemahaman tentang lingkunagan.

 3.Fungsi Perbaikan, fungsi perbaikan berperan untuk terpecahkannya atau teratasinya berbagai masalah yang dialami oleh peserta didik.

 4.Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, fungsi ini berarti bahwa layanan bimbingan dan konseling yang diberikan dapat membantu para siswa dalam memelihara dan mengembangakan keseluruhan pribadinya secara mantap, terarah dan berkelanjutan.


Prinsip-Prinsip Bimbingan Konseling

Dalam pelayanan bimbingan dan konseling prinsip-prinsip yang digunakannya bersumber dari kajian filosofis, hasil-hasil penelitian dan pengalaman praktis tentang hakikat manusia, perkembangan dan kehidupan manusia dalam konteks social budayanya, pengertian, tujuan, fungsi dan proses penyelenggaraan bimbingan dan konseling. ( Prayitno, 2004: 218)

Bimbingan didasarkan pada keyakinan bahwa dalam diri tiap anak terkandung kebaikan-kebaikan, setiap pribadi mempunyai potensi dan pendidikan hendaklah mampu membantu anak memanfaatkan potensinya itu.

Bimbingan didasarkan pada ide bahwa setiap anak adalah unik, seorang anak berbeda dari yang lain.

Bimbingan merupakan bantuan kepada anak-anak dan pemuda dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka menjadi pribadi-pribadi yang sehat.

Bimbingan merupakan usaha membantu mereka yang memerlukannya untuk mencapai apa yang menjadi idaman masyarakat dan kehidupan umumnya.

Bimbingan adalah pelayanan unik yang dilaksanakan oleh tenaga ahli dengan latihan-latihan khusus, dan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan diperlukan minat pribadi khusus pula.

Oleh sebab itu, rumusan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling pada umumnya berkenaan dengan sasaran pelayanan, masalah klien, tujuan dan proses penanganan masalah, program pelayanan, dan penyelenggaraan pelayanan. ( Prayitno, 2004:218- 224)

Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran pelayanan.

Prinsip-prinsip berkenaan dengan individu.

Prinsip-prinsip berkenaan dengan program pelayanan.

Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pelaksanaan layanan.



Jenis-Jenis Bimbingan yang Dapat Diterapkan di Sekolah

Menurut Mulyadi ( 2010: 107) ada beberapa jenis bimbingan yang dapat diterapkan pada sekolah dan dikelompokkan berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi oleh individu, yaitu:

Bimbingan pengajaran/ belajar.

Jenis bimbingan ini memberikan bantuan kepada murid dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar. Adapun tujuan bimbingan ini adalah membantu murid-murid agar mendapat penyesuaian yang baik dalam situasi belajar. Bimbingan pengajaran yang diberikan kepada murid meliputi hal-hal sebagai berikut:

Mendapatkan cara belajar yang baik.

Menentukan pembagian waktu dan perencanaan belajar.

Membuat tugas-tugas sekolah dan mampu menyiapkan diri untuk ulangan.

Menentuksn cara mempelajari buku-buku pelajaran.

Bimbingan Pendidikan

Bimbingan pendidikan bertujuan membantu murid dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dalam bidang pendidikan. Bimbingan pendidikan memberikan bantuan kepada murid-murid dalam hal sebagai berikut:

a) Pengenalan terhadap studi lanjut

b) Pengenalan terhadap situasi pendidikan yang dihadapi.

c) Perencanaan pendidikan

3) Bimbingan Pekerjaan

Bimbingan pekerjaan bertujuan membantu murid-murid dalam mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan pemilihan pekerjaan. Kegiatan dalam bimbingan ini meliputi:

Mengenalkan berbagai jenis pendidikan atau latihan tertentu untuk jenis pekerjaan tertentu.

Mengenalkan berbagai jenis pekerjaan yang mungkin dapat dimasuki oleh tamatan tertentu.

Mengenalkan berbagai jenis pekerjaan dengan segala syarat-syarat dan kondisinya.

Membantu memperoleh suatu pekerjaan atau pekerjaan sambilan bagi siapa yang membutuhkannya sesuai dengan kemampuan dirinya.

Membantu memperoleh penyesuaian diri yang sebaik-baiknya dalam lapangan pekerjaan tertentu.

4) Bimbingan Sosial

Bimbingan social adalah jenis bimbingan yang bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah social sehingga individu dapat menyesuaikan diri dalam lingkungannya. Kegiatan dalam bimbingan social ini antara lain:

Membantu individu memperoleh kelompok belajar dan bermain yang sesuai.

Membantu dalam memperoleh cara-cara bekerja dan berperan dalam kehidupan kelompok.

Membantu memperoleh persahabatan yang sesuai.

Membantu memperoleh penyesuaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Bimbingan dalam menggunakan waktu senggang

Bimbingan ini bertujuan membantu murid-murid dalam menggunakan waktu senggang dengan kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi dirinya maupun lingkungannya. Kegiatan jenis bimbingan ini antara lain membantu murid-murid dalam hal:

Menggunakan waktu senggang dengan kegiatan produktif.

Menyusun dan membagi waktu belajar dengan sebaik-baiknya.

Mengisi dan menggunakan waktu belajar pada jam-jam bebas dan hari libur.

Bimbingan Pribadi

Jenis bimbingan ini membantu individu untuk mengatasi masalah-masalah yang bersifat pribadi sebagai akibat kekurangmampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan aspek-aspek perkembangan, persahaban, keluarga, cita-cita, seks, konflik pribadi dan sebagainya.

Jenis-Jenis Masalah yang Dihadapi Siswa

Pada umumnya jenis-jenis masalah yang dihadapi individu terutama yang dihadapi oleh murid-murid di sekolah dapat digolongkan menjadi beberapa jenis masalah sebagai berikut:

Belum mencapai KKM.

Kurangnya motivasi belajar siswa.

Siswa tidak percaya diri.

Masalah penggunaan waktu senggang.

Masalah sosial.

Masalah pribadi ( Zulfan Saam, 2011: 37)


Perilaku Menyimpang

Kata perilaku dalam kamus ilmiah popular diartikan sebagai tindakan, perbuatan, sikap. Perilaku menyimpang adalah perbuatan yang dialakukan oleh seseorang di luar nilai-nilai dan norma-norma yang ada di masyarakat ( Sparinah, 1976: 61). Perilaku menyimpang berpacaran yang dimaksudkan di sini adalah suatu perilaku dengan lawan jenis yang dilakukan oleh seseorang di luar batas aturan norma yang berlaku sehingga tidak dapat diterima oleh lingkungannya, dalam hal ini adalah berupa berpacaran di lingkungan masyarakat secara berlebihan sampai melakukan hubungan seksual di luar pernikahan.

Penyimpangan mengacu pada perilaku, cara-cara bertindak, sikap, keyakinan dan gaya yang melanggar norma-norma, aturan, etika dan harapan masyarakat ( John Scott, 2011: 81). Penyimpangan berkaitan erat dengan norma yang berlaku di tempat dan waktu tertentu dan suatu perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan perilaku yang ada di masyarakat. Perilaku menyimpang merupakan perilaku yang oleh sebagian besar orang anggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi ( Kamanto, 2004: 176).

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku menyimpang adalah perilaku individu yang melakukan pelanggaran norma, etika ataupun melanggar sesuatu yang tidak sesuai di dalam masyarakat tertentu dan penyimpangan itu sendiri bukan hanya bisa dilakukan perorangan akan tetapi bisa juga dilakukan secara berkelompok.

Masa Pubertas Siswa

Pubertas pada umumnya didefinisikan sebagai saat dimana seseorang anak mengalami pematangan fisik dan seksual. Menurut Suntrock ( 2003:15 ) pubertas adalah tanda yang paling penting dimulainya masa remaja yang merupakan perubahan cepat pada kematangan fisik yang meliputi hormonal yang terutama terjadi pada masa remaja awal. Pada wanita pubertas terjadi antara usia 8-14 tahun sedangkan laki-laki terjadi pada usia antara 9-14 tahun (NHS Choices dalam Margaret Perry, 2012: )

Penyebab munculnya pubertas adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis ( pusat dari seluruh system kelenjer penghasil hormone tubuh). Pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi serta tubuh mengalami perubahan.

Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menanggulangi Perilaku Menyimpang Pada Masa Pubertas

Mengatasi kenakalan remaja agar tidak terjadi perilaku menyimpang tidak hanya dilaksanakan oleh tangan ahli saja tetapi perlu kerjasama guru, orang tua, pemerintah dan masyarakat, tenaga ahli lainnya dan remaja itu sendiri. Kenalakan remaja tidak bisa hanya diselaikan dengan ceramah dan pidato akan tetapi lebih baik jika dengan perbuatan yang nyata. Sehubungan dengan hal tersebut maka upaya menanggulangi kenakalan remaja dalam hal ini berpacaran dibagi menjadi tiga bagian.

1) Upaya Preventif. Yang dimaksud dengan upaya preventif adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis, berencana dan terarah untuk menjaga agar kenakalan itu tidak timbul. Berbagai upaya preventif dapat dilakukan dan dikelompokkan menjadi tiga bagian.

a. Di rumah tangga ( keluarga)

Orang tua menciptakan kehidupan rumah tangga yang beragama.

Menciptkan kehidupan yang harmonis.

Adanya kesamaan norma-norma yang dipegang antara ayah, ibu dan keluarga lainnya dalam mendidik anak.

Memberikan kasih sayang kepada anak.

Di sekolah

Guru hendaknya memahami aspek-aspek psikis siswa.

Mengintensifkan pelajaran agama dan mengadakan tenaga guru agama yang asli dan berwibawa serta mampu bergaul secara harmonis dengan guru-guru umum lainnya.

Mengintensifkan bagian bimbingan konseling di sekolah dengan cara mengadakan tenaga ahli atau menatar guru-guru untuk mengelola bagian ini.

Adanya kesamaan norma-norma yang dipegang oleh guru.

Melengkapi fasilitas pendidikan.

Perbaikan ekonomi guru.

Di Masyarakat

Upaya Kuratif. Yang dimaksud upaya kuratif dalam menanggulangi masalah kenakalan remaja ialah upaya antisipasi terhadap gejala-gejala kenakalan tersebut supaya tidak merugikan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara masyarakat berorganisasi dengan baik dalam menanggulangi kenakalan remaja.

Upaya Pembinaan. Upaya ini dilakukan agar anak tidak melakukan lagi kenakalan dan kembali menjadi masyarakat yang baik dan bertanggung jawab. Pembinaan dapat diarahkan pada

Pembinaan mental dan kepribadian beragama.

Pembinaan mental untuk menjadi warga Negara yang baik.

Membina kepribadian yang wajar.

Pembinaan ilmu pengetahuan.

Pembinaan keterampilan khusus dan pembinaan bakat-bakat khusus. ( Sofyan S. Willis, 2008: 128)

Daftar Pustaka

Al-Migwar, M. 2006. Psikologi Remaja. Bandung: CV Pustaka Setia.

Dewa Ketut Sukardi. 2010. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Mamat, Supriatna. 2011. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mulyadi. 2008. Diagnosis Kesulitan Belajar. Malang: Nuha Litera.

Prayitno & Erman Amri. 2013. Dasar- Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Saam, Zulfan. 2011. Psikologi Pendidikan. Pekanbaru: Pusbangdik.

Sadli, Sparinah. 1976. Persepsi Sosial Perilaku Menyimpang. Jakarta: Bulan Bintang.

Sofyan, Willis. 2008. Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alvabeta.

Suntrok, John. 2003. Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

W.S Winkel. 1997. Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan. Jakarta: Gramedia.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Puisi Cinta penuh Makna


Assalamualaikum wr.wb.

Hai gaessss...
Pasti pernah merasa galau, sedih, putus asa dan kecewa ya kan??? Itu hal yang wajar sebab kita punya hati.
Tapi gaess...mau larut dengan perasaan itu??? Tentu tidak yah..
Nah ini aku punya solusinya.
Merangkai kata, salah satu solusinya, agar resah dan gulana tak abadi selamanya..
Sobat bisa menuangkan dalam rangkaian kata indah yang penuh makna...

Melalui Puisi Kita Berkarya
Selamat membaca dan menikmatinya


                 "Merpati Patah Sayap"

Masih ada lagikah suatu pengharapan????
Setelah sebelah sayapku patah...
Perih...dan tergeletak lemah
Terkadang terngiang dalam angan
Tuk terbang melayang...
Mengepak sayapku
Dan merasakan betapa lembutnya awan...
Tapi....
Di alam sadarku terkapar tak berdaya...
Masih ada lagikah
Suatu pengharapan????
Setelah sebelah sayapku patah???
Kembali ku berangan
Angankan asa...
Akankah????

                                Duri Riau 26 Oktober 2019


               "Kekasih Tak Dianggap"

Sunyi nan senyapppp
Termangu di sudut kegelapan Malam...
Perjalanan ini terasa panjang..
Lelah hati memendam kesunyian
Dibalik tawa suguhkan kebahagiaan
Semuuuu
Hati menangis dalam kesendirian
Pilu terasa jiwa dan Sukma..
Tapi ku tak boleh kalah
Ku tak boleh lemah
Ku tak boleh menyerah
Meskipun hadirmu hanya dalam angan sahaja..

                               Duri Riau 26 Oktober 2019


             "Masihkah Kau Merindu"

Kutunggu kabar mu
Di setiap senja..
Senja dengan langit kekuningan indah
Anganku ingin berbagi sepotong senja hanya denganmu
Kutunggu kabarmu di setiap malam
Di malam kelam dengan kesunyian
Anganku ingin bercerita tentang bulan bintang nan terang
Kutunggu kabarmu di pagi buta
Pagi yang murung tak tentu arah ..
Anganku...
Denganmu ku bersujud di sajadah..
Masihkah kau merindu????
Ahhh....
Sudahlah...
Aku hanya dipermainkan asa..
Kembali ku melangkah
Dengan kaki sebelah

                            Duri Riau, 26 Oktober 2019

Terima kasih telah berkunjung, tunggu karya- karya ku yah ..

Wassalam

Santy




Selasa, 15 Oktober 2019

Kacamata Kesehatan untuk Gadget



Assalamualaikum wr.wb...
Hai pecinta keluarga... Saat ini penggunaan gadget tidak bisa lagi kita hindari. Banyak sekali kegiatan yang dapat kita lakukan dari kemajuan teknologi berupa gadget ini. Rasanya ada sesuatu yg hilang kalau seandainya kita lupa membawa gadget pada suatu tempat, pasti deh bela-belain mau pulang lagi untuk menjemputnya, kenapa???
Karena gadget juga memberikan dampak positif buat kita, terutama saya sebagai seorang guru. Misalnya dalam Kegiatan Belajar Mengajar di kelas. Jika ada sesuatu materi yang kurang dipahami maka buru- buru deh akan buka google...
Taraaaa....
Tambah lagi nih aku juga manfaatin gadget buat bisnis online. Nah... Tau kan gimana pebisnis online itu, pasti deh gak akan lepas dari gadget, sementara kita ketahui gadget sangat berbahaya buat mata...
Tapi....
Semenjak aku kenal dengan kacamata terapi, kacamata kesehatan untuk gadget, aku makin tenang untuk menjalani aktivitas sehari-hari...
Mau tau kan apa saja manfaat dari kacamata terapi ion nano Falco ini???
Yuk di simak yah..


Falco eyeglases 7 in 1

1. ION Negative
berfungsi;  meningkatkan aliran O2 / Oksigen ke otak, mengurangi Stress serta Kelelahan sehingga dapat meningkatkan Kewaspadaan, meningkatkan Energi dan mengurangi Kantuk.


2. Anti Blue Light / Anti Radiasi sinar TV, HP dan Komputer
berfungsi; menangkal sinar Blue Light / Blue Ray sehingga membuat mata Anda Aman, Nyaman dan tidak mudah lelah saat beraktifitas didepan Gadget.



3. Anti UV
berfungsi; untuk menangkal Sinar UV yang dihasilkan dari pancaran sinar Matahari sehingga membuat kornea mata anda selalu terlindungi dan senantiasa Sehat.

4. Night Vision & Day Vision
berfungsi; mengurangi dan menyaring pancaran sinar Matahari pada siang hari dan cahaya lampu kendaraan pada malam hari sehingga mata Anda tetap Nyaman dan tidak mudah Lelah saat berkendara.

5. FIR ( Far Infra Red )
berfungsi; Meningkatkan sirkulasi mikro pembuluh darah disekitar mata dan otak,  dengan bergetarnya molekul air dan pengaruh inframerah akan menghasilkan panas yang menyebabkan pembuluh kapiler membesar, dan meningkatkan suhu kulit, memperbaiki sirkulasi darah dan mengurani tekanan jantung.
Meningkatkan metabolisme tubuh. jika sirkulasi mikro dalam tubuh meningkat, racun dapat dibuang dari tubuh kita melalui metabolisme. Hal ini dapat mengurangi beban liver dan ginjal.
Menjaga pH dalam tubuh. Sehingga membuat mata anda selalu dalam kondisi Prima.

6. Nano Tech & TR 90
frame dengan Technology Nano terbaru sehingga membuat frame kacamata Anda tahan banting dan Anti Patah


7. Lensa Polarized.
berfungsi; Saat Anda menggunakan kacamata dengan lensa polarized, cahaya yang terpantul dari berbagai arah melalui benda-benda disekitar akan terhalang / terhalau sehingga membuat mata Anda menjadi lebih nyaman dalam melihat karena silauan yang telah berkurang.

FALCO-ION NANO PREMIUM 7In 1

Manfaat:
➣Bingkai kacamata terbuat dari bahan nano teknologi yang
memancarkan Anion dan Sinar Infra Merah Jauh.

➣Membantu meningkatkan supply nutrisi dan oksigen di sekitar mata.

➣Lepaskan tekanan, melembabkan, meningkatkan sirkulasi, mengurangi kelelahan dan kekeringan mata.

➣Bingkai generasi terbaru dengan material TR90 yang ultra-ringan.

➣PC Lensa Optik Anti-Blu Light yang aman untuk mata

➣7 in 1:
👉.Ion Energy 2000 CC
👉.Nano Tech
👉. Anti Blue Ray/Light
 👉. UV Protection
👉. Day and Night Vision
👉. Far Infrared
👉. Polarized Glasses

***MEMBANTU MENGATASI:***

Mata minus,plus dan Silindris
Rabun Jauh (Miopi)
Rabun Dekat (Hipermetropi)
Astigmatism
Mata Kering
Lazy Eye (mata lelah)
Floater Eye (mata bengkak)
Glaucoma
Retinopati Diabetik
Katarak
Migraine
Kantung mata
Mata bantal

Cara Pemakaian
Gunakan selama minimal 8jam/hari

Order: masa promo dapatkan 2 kaca mata spektakuler ini hy dgn 1.2 juta

Lindungi mata anda dan seluruh keluarga tercinta sblm terlambat...

Konsultasi produk dan plan bisnis gratisssss seumur hidup...

Banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan jika rutin pemakaian setiap hari ya gaesss...
Aku juga sudah merasakan manfaat itu. Mata ku gak silau lagi walaupun hari panas karena lensa dari kacamata ion nano Falco ini sudah anti silau...
Jika main hp, maka anak ku pakai kacamata ion nano Falco ini agar terhindar dari bahaya gadget..

Suami sangat merasa nyaman pakai kacamata ion nano saat berkendara karena kacamata ion nano ini anti blue ray
 Nah... Anak gadis ku juga selalu menggunakan kacamata ion nano Falco jika main hp atau laptop...
Pokoknya sudah banyak yang merasakan manfaat dari kacamata ion nano Falco...
Jika berminat, aku bisa membantu untuk pemesanan, harga sama se Indonesia ya...
Hubungi aja aku..

wa.me/6285265203854